Zaman Editan, Ora Editan Ora Keduman

  • Whatsapp

oleh: Kang Iswanto*)

Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia mampu menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin dan nyata. Cobalah dibayangkan: “barang editan, bisa jadi beneran”.

Coba kita renungkan, media itukan mirip dengan photoshop atau kamera canggih yang bisa merubah wajah seseorang, yang sebelumnya jelek jadi bagus. Menjadi ganteng dan cantik mempesona. Dunia seolah-olah. Kata Bouldrilard, itu citra namanya. Bukan si citra, saudaraku yang cantik itu lho ya.

Yang namanya hasil editan, citra, itu sudah pasti tidak asli. Ya, aslilah. Tapi asli editan. Hehee….

Jaman ini nih, kayaknya memang jaman editan. Lihat tuh laris kali, aplikasi editan di play store.

Tapi anda juga perlu berani menaikkan imajinasimu, bahwa media itu juga berlaku dan berfungsi ya seperti aplikasi editan itu. Yang kurang pantas, dipantas-pantaskan. Yang kurang baik, dibaik-baikkan.

Demikian juga sebaliknya. Yang sebenarnya cukup baik, ditutup-tutupi kebaikannya dan dicari salahnya. Agar supaya apa? Ya biar dia nampak jelek dan buruk.

Dalam teori komunikasi, kesalahan yang di ulang-ulang itu akan berubah jadi kebenaran. Maka, kesalahan itulah menjadi kebenaran.

Dunia tipu daya, sopo sing nyekel aplikasi editan, maka ia akan berkuasa. Lha piye tho, lha wong presiden wae hasil editan je…😁😁

gambar hanya ilustrasi. Zaman editan, ora editan ora dadi Presiden

Tapi gak usah perlu nggresulo lan nelongso atimu (bahasa Indonesianya nggresulo apa ya?) Memang wis ngono kuwi jamane. Era post truth, kata para intelektuil itu.

Nah, kita perlu mencermati ngendikane Eyang Ronggowarsito, ing Serat Kolotido, “iki ki nemahi jaman edan / nek ora melu edan, ora bakal keduman / sak becik-becik e menungso iku wong sing eling lan waspodo”.

*) Spiritualis dan Salik Kehidupan

Pos terkait