“Sudah Diresafle, Jangan Nyesel dan Ngedumel!!”

  • Whatsapp

Oleh : Mbah Dharmo Kondo*)

Jabang wajahnya murung. Sesampai di gardu ronda, “brak!!..” tangannya sembari menaruh jaket. Mulutnyapun mulai ngedumel, “Kapan kondisi kayak gini segera berakhir kang?”

“Kondisi apa maksudmu? Cofid apa masalah ekonomi kawulo alit kayak kita ini ?” Kang Paijo yang sudah duluan duduk di gardupun menyaut.

“Ya, dua duanya kang Paijo,” jawab Jabang.

“Dua-duanya sulit dijawab om Jabang,” saut Kang Paijo.

“Lha kok bisa?” tanya Jabang.

“Ya bisa. Antara covid dan ekonomi itu ibaratnya begal di siang bolong sambil mengacungkan belati ke kita dan berkata: pilih bondho opo nyowo?!” jelas Kang Paijo.

‌”Gitu ya kang? Rumit ya..? Tapi kan katanya sudah mulai ditemukan vaksin corona dan secara ekonomi juga banyak sekal jenis jenis subsidi,” tanya Jabang lagi.

“Gini Dik Jabang. Pertama, vaksin itu sampai saat ini memang sudah dibuat oleh beberapa negara, tetapi apa ada yang berani menjamin bahwa vaksin itu ampuh 100% mengatasi virus corona?” Kedua, tentang subsidi ekonomi pada rakyat, akan bisa tahan sampai kapan, kalau ekonomi tak ujung membaik, tabungan negara yang tersedia bisa sampai kapan? Ya kalau punya tabungan lha kalau yang dipunyai malah cuma bon-bonan, kan yo ancur sri !!!” jawab Kang Paijo dengan sistematis ala pengamat politik.

“Iya yo kang, bahkan kemarin pak Presiden sudah resafle  beberapa mentri. Seharusnya kita makin optimis,” jawab Jabang membenarkan.

“Optimis itu pasti. Orang hidup kok nggak optimis ki payee? Tapi kita tentu butuh jaminan agar resafle ini tidak malah bikin nyesel atau paling tidak ada lagi yang ngedumel!” lanjut kang Paijo.

“Betul kang. Sepakat!!! Sejak covid, kerja saya jadi nggak pasti… Otomatis pemasukan juga nggak pasti… Tahu sendiri kan kang, mbokne thole jadi sering ngedumel-ngedumel nggak jelas kayaknya dia nyesel,” keluh Jabang sambil setuju.

“Memang nyesel kenapa? Bukan nyesel lantaran dulu milih kamu sebagai belahan jiwanya kan hehe?” guyon Kang Paijo.

“Nggak tahu kang, jangan jangan karena pelimu eh pemilu  kemarin itu ya Kang?” jawab Jabang sok serius.

“Memang apa hubunganya dengan itumu… pemilumu itu Dik Jabang hehe?” selidik Kang Paijo

“Ya kan dulu saya sama dia beda pilihan dalam pemilu kang. Kami pinginnya dalam keluarga demokratis saja kang,” jawab Jabang.

“Idih… sok demokratis, hehe… Hanjuk piye?” Tanya Kang Paijo.

“Jagoan saya yang menang. Jagoan dia kalah. Setelah itu, setiap ada berita apa-apa di tipi yang ini dan itulah, pokoknya tentang janji-janji kampanye yang tidak terpenuhi… eee ujung-ujungnya dia pasti nyalahin saya,” jawab Jabang.

“Hehehe… apik kii..,” Kang Paijo malah terkekeh.

Lantas Jabang pun melanjutkan cerita. “Terus kemarin setelah ada resafel di tipi itu. Dia saya rayu-rayu begini. Gi lo bunesaiki beberapa menteri wis diganti, malah jagoanmu sing ganteng kuwi yo katut dadi mentri no kokmugo-mugo kondisine ndang apiiik !”

“Terus?” Tanya Kang Paijo.

Mending-mending menurun ngedumelnya, malah munggah kok kang omonganya malah up up up kata anak sekarang,” jawab Jabang.

Kang Paijo hanya senyum-senyum mendengar cerita si Jabang . Kemudian seperti biasa diapun mulai berpendapat. “Memang menempatkan seseorang pada suatu bidang tugas itu tidak gampang. Misalnya menteri pariwisata dan ekonomi kreatif yang dulu Pak Whisnutama itu kurang kreatif apa coba? Beberapa stasiun tivi besar sukses dibangun dengan kreatifitasnya, tentu dibantu dengan tim. Eh nyatanya setelah diangkat jadi menteri juga dinilai tidak berkembang… lha nyatanya diresafle sendiri sama yang ngangkat gitu kok!!”

Nah sekarang kita lihat Pak Sandi. Bisa nggak ? Catatannya dulu waktu jadi oposisi, kayaknya konsep OK-OC gencar dibawakan kemana-mana, dan kayaknya solutip banget buat membangkitkann UKM dan ekonomi kerakyatan. Tapi apa ada yang njamin bahwa bisa itu terlaksana? Lha wong pak Sandi itu lair blejet udah kaya kok. Apa ya bisa ngrasain ekonomi rakyat kecil kayak kita? Hehehe. Ah  saya cuma bisa berdoa semoga saja program-program pemerintah dengan kabinetnya terlaksana. Kita ini hanya wong cilik. Pinginnya aman tentrem, ora kurang sawiji opo.”

Jabangpun menjawab tanpa ekspresi. “Iya Kang.. . aamiin. Njuk yang penting istri saya  setelah resufle ini, dia nggak nyesel dan nggak ngedumel lagi… dan yang paling penting… dia tetap mau diuyel-uyel, hehehe..”

“Woooow dasar !” saut Paijo terkekeh

*) pemerhati sosial gardu ronda

Pos terkait