Sekolah mau jadi Apa Sayang ? Modal Guru Kreatif

  • Whatsapp

Oleh : Ki Dharmo Kondo

Abangijo.com – Iya. Kamu Sekolah mau jadi apa anakku sayang ?” Jadi dokter, insintur, tentara polisi..itu jawaban ketika kalian TK, SD . Ketika SMP menjelang SMA, biasanya sudah berubah lagi.

Bacaan Lainnya

Nah giliran sudah kuliah bahkan sudah mau jadi sarjana, jawabanya tambah _absurd_ lagi : ” Biar berguna bagi nusa bangsa dan agama” Jawaban itu secara visioner mungkin nggak salah. Bahkan sangat sempurna. Tetapi dapam dunia profesi, hal itu apa ? (Ada yang nyletuk: ” Apa apa bisa pak/buk..”).

Iya sih tetapi apakah sesederhana itu ? Maksudnya dalam dunia pendidikan, yang pelik dan rumit, tentu tidak segampang dengan yang kita obrolin di meja makan, sambil nonton sinetron lagi.

Mendidik itu adalah menyemai benih ilmu pada siswa.Nah di sinilah Faktor guru saya ibaratkan  sebagai petani dan sekolah sebagai petak sawah, serta siswa sebagai lahan tanahnya. Di usahakan harus unggul. Minimal diusahakan unggul. Kalau tidak dari satu sisi bisa sisi yang lain. Yang penting berusaha menjadi unggulan.ok?

Guru adalah pemegang kunci skenario alur pendidikan di ladang sekolah yang siap disemai itu. Di sisi lain Guru memang harus siap digugu dan ditiru. Berat ? Nggak juga. Asal semua dijadikan tantangan/ _chalange_

Setelah di semai. Sang petani bisa saja berubah menjadi sutradara. Dinamis saja dan tidak usah terlalu kaku. Kita bisa saja mengikuti bakat dan kemampuan anak. Nah tanggung jawab kita adalah ” menggosoknya” sampai jadi : Manusia Bercahaya (berprestasi).

Sutradara itu, kalau pegang batu, cuma ditaruh saja di pojok atau tengah panggungpun bisa jadi property yang bagus dipandang mata kok.

Atau bisa saja batu itu kita olah jadi marmer…atau.boleh juga tuh meski kecil tapi tetap dicari dan disuka orang..yah : Batu Akik! Misalnya.

Satu lagi. Kalau ingin maju dan tampil beda. Jangan takut kemajuan. Jangan takut keluar dari rutinitas dan keluar dari pakem tapi tetap bertanggung jawab dengan proses.

Pos terkait