Pedal Rem Darurat Covid Diinjak, Pidato Presiden Uganda Viral Lagi

  • Whatsapp

oleh Supoyo Rahardjo

abangijo.com. Angka yang terinfeksi covid 19 terus meningkat. Sudah tujuh kali nangkring di angka 3.000 suspect dalam sehari. Bahkan lima kalinya terjadi secara berturut-turut. Ini angka yang mengkhawatirkan. IDI, Satgas Covid dan semua pihak ketar-ketir. Angka terinfeksi covid 19 kita tembus 200.000.

59 negara menyatakan jaga jarak dengan Indonesia. Beberapa waktu sebelumnya Deep Knowledge Group, yang bermarkas di Swiss, telah merilis data Safety Assesment 200an negara. Ada enam indikator umum yang dinilai. Efisiensi karantina, efektifitas kebijakan pemerintah, kemampuan deteksi dan monitor, kapasitas layanan kesehatan, tingkat kerentanan skala negara, dan kesiapsiagaan kebencanaan. Enam indikator itu ditopang oleh 60 parameter. Sangat rinci, sehingga riset ini cukup presisi.

Bagaimana skornya di Asia Tenggara? Singapura (peringkat 4) dengan skor 744, Vietnam (20) dengan skor 637, Malaysia (30) dengan skor 565, Thailand (47) dengan skor 541, Filipina (55) dengan skor 532, dan Myanmar (83) dengan skor 482, Indonesia (97) mendapatkan skor 450. Kita tepat di atas Kamboja dan Laos, peringkat 98 dan 99.

Bagaimana respon kita? Melalui saluran YouTube Setpres, Senin (7/9) Presiden Jokowi merilis bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik, adalah kesehatan yang baik. Mbak Puan, Ketua DPR RI, meminta pemerintah injak rem. “Mengingatkan pemerintah untuk ingat waktu injak rem dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan masyarakat dalam upaya menangani pandemi Covid-19,” kata Puan, Kamis (10/9).

Rem diinjak, kembali ke titik nol, PSBB diambang diberlakukan lagi. Meskipun agak sulit membayangkan pelaksanaannya nanti. Karena klaster pilkada tinggal menunggu hari. Saat ini saja, 60an calon kepala daerah itu sedang terinfeksi.

sumber: nomorsatukaltim.com

Anies, Gubernur DKI Jakarta, telah memutuskan akan memberlakukan PSBB lagi.  Senin 14 September berlaku.  Dalam Matanajwa, Wiku Adisasmito, jubir satgas covid19 pusat,  menyatakan semua pemda harus melakukan review tentang keadaan terakhir ini, kalau perlu melakukan rem darurat seperti DKI, lakukan itu demi keselamatan masyarakatnya.

Dunia medsos demam. Bagaimana menjalani PSBB lagi nanti? Usaha yang mulai kriyip-kriyip, mesti merem lagi. Terbayang kembali suasana terlelap dalam work from home, memasak makanan sendiri, semprot-semprot disinfektan dll, selain belajar daring yang masih berlangsung saat ini.  

Dalam situasi grayap-grayap seperti ini, semua orang mencari “pegangan” yang bisa memompa semangat hati. Pidato Presiden Uganda yang inspiratif, Yoweri Musevani yang tersebar empat bulan lalu, viral kembali.

baca juga https://abangijo.com/putri-putin-meninggal-akibat-ujicoba-vaksin-covid/https://abangijo.com/putri-putin-meninggal-akibat-ujicoba-vaksin-covid/

”Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia memiliki seluruh dunia untuk dijaga. Dia tidak bisa hanya berada di Uganda mengurusi orang-orang idiot…,” ujar Yoweri kepada warganya yang meremehkan covid19.

Yoweri mendeskripsikan Pandemi covid19 sebagai situasi PERANG DUNIA. Dalam perang, apa yang Anda lakukan? Lihat isi lengkap pidatonya:

“Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapapun untuk tetap di dalam rumah. Tetapi Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta. Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, anda bersembunyi di sana selama peperangan berlangsung.”

Selama perang, anda tidak menuntut kebebasan Anda. Anda rela menukarkan kebebasan Anda demi bertahan hidup.”

“Selama perang, Anda tidak mengeluh kelaparan. Anda sabar menahan kelaparan dan berdoa agar anda masih hidup untuk bisa makan lagi.”

“Selama perang, anda tidak berdebat tentang membuka bisnis anda. Anda bahkan menutup toko anda (jika anda punya waktu), dan berlari untuk menyelamatkan hidup Anda.

“Anda berdoa agar hidup lebih lama dari perang, sehingga Anda dapat kembali melakukan bisnis anda (jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir).”

“Selama perang, anda bersyukur kepada Tuhan karena melihat matahari esok sebagai orang hidup.”

“Selama perang, anda tidak merasa perlu untuk khawatir tentang sekolah anak-anak Anda.

“Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di gedung sekolah yang dirubah menjadi pangkalan militer.”

Ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang. Perang tanpa senjata dan peluru. Perang tanpa tentara manusia.

Perang tanpa batas. Perang tanpa perjanjian gencatan senjata. Perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci.

Tentara dalam perang ini tanpa belas kasihan. Musuh kita tak punya “sisi baik” manusiawi. Musuh kita bersikap kejam, tidak menghormati anak-anak, wanita, atau tempat ibadah.

“Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang. Tentara musuh kita ini tidak memiliki niat untuk mengganti rezim. Tidak peduli dengan sumber daya alam di dalam bumi. Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis. Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas ras.

Tentara musuh kita ini adalah pasukan yang tak terlihat, cepat, dan efektif tanpa ampun.

Agenda satu-satunya adalah panen kematian.

Tentara itu hanya merasa puas setelah mengubah dunia menjadi satu daerah kematian besar. Kemampuannya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan. Tanpa tank darat, mobil amfibi dan tanpa pesawat, tentara musuh kita memiliki basis di hampir setiap negara di dunia.

Gerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apapun. Singkatnya, tentara itu mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Tentara musuh kita itu adalah Corona Virus. Juga dikenal sebagai COVID19.

Syukurlah, pasukan ini masih memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan.

Hanya dibutuhkan tindakan, disiplin, dan kesabaran kita bersama.

COVID-19 tidak dapat bertahan jika ada jarak sosial dan fisik.

Tentara itu hanya tumbuh subur dan kuat jika Anda menemuinya.

Tentara musuh kita itu senang jika dihadapi secara fisik.

Tentara itu akan menyerah jika kita bisa menghadapinya dengan melakukan social distancing dan physical distancing secara bersama-sama.

Tentara itu akan membungkuk tunduk jika kita melakukan pola kebersihan hidup pribadi yang baik.

Tentara itu akan tidak berdaya ketika anda menyadari bahwa keselamatan anda kini sedikit banyak ada di tangan anda sendiri dengan menjaganya agar tetap bersih dan sesering mungkin mencucinya.

Ini bukanlah saatnya bagi kita untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Lagi pula, kitab suci memberi tahu kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja.

Mari kita patuhi dan ikuti instruksi pihak berwenang.

Mari kita ratakan kurva COVID-19. Ayo berlatih sabar.

Mari menjadi penjaga saudara kita.

Dalam waktu singkat, kita akan bisa mendapatkan kembali kebebasan, usaha, dan kehidupan sosial kita…”

Di tengah keadaan DARURAT, kita perlu mempraktekkan pentingnya pelayanan dan pentingnya cinta untuk orang lain…”

Pos terkait