Pembelajaran Jarak Jauh, Menjengkelkan! Tenanne lho kui..??!!

  • Whatsapp

Oleh : Henri Arkhan Wahyudi *)

Barangkali kamu termasuk wali murid yang belum mengeluh dengan pembelajaran jarak jauh selama ini. Saya sih sudah berkali-kali.

Di depan Pak RT, bersama kelompok ronda, dengan ibu-ibu kampung KB, Mbah Trimo penjual dawet, leik Jumirah, dst, dst.

Lalu, akhirnya saya memilih merangkai skema sendiri dalam benak saya.

Siapa yang tidak pusing dengan situasi saat ini?

Kamu?

Alhamdulillah…

Tetapi kalau ternyata kamu juga pusing, maka sebaiknya segeralah mulai atur irama nafas agar lebih santai!

Tak perlu ikut-ikutan pusing dan mengeluh! Gak sehat. Tenan!!

Bukankah dari livil mintri sampe livil wili mirid -apapun profesinya- sudah jamak kita dengar merasa pusing dengan situasi saat ini. Bahkan katanya telah bekerja 24 jam penuh untuk mengatasinya?

Jadi inget saat masih mahasiswa, kalau ada temen kost yang bercerita secara lebay, maka akan ada saja temen lain -meski tidak tau cerita sepenuhnya- ngikik tanpa rasa bersalah, tangan menutup mulut, lalu nyamber dengan suara kecil-nyaring-nggathéli: “tenanne lho kuiiii…?!”-

Saya tidak bisa membayangkan betapa mangkel-nya bapak yang sudah bercerita bahwa dia telah bekerja 24 jam untuk mengatasi situasi ini, lalu tiba-tiba temen saya dari bawah mejanya, asal nyamber, “Tenanne lho kui…?!”

Aaaaaaaaaarrrgghhh..!!!

Kembali pada soal pembelajaran jarak jauh. Selain menjalani dengan santai, biar nggak pusing-pusing amat, bisa juga dengan memberi alternatif “nggaya” dalam menyelesaikan tugas bagi si anak.

Antara lain disambi klekaran, ngligo, pindah lokasi di dapur, di atap  rumah, sekedar mengatasi kejenuhannya, sesekali pura-pura mbolos (iki rodo absurd), berdandan ala koboi utk mapel matematika dan ala kere lempoh utk mapel bahasa jawa, dst, dst…

Tenaneee lho kuiiiiiii…??!!!!

Selamat Hari guru.

*) pemerhati Dunia  Parenting dan Teater

Pos terkait