Membangkitkan Ekonomi Daerah Berkelanjutan; di Era Covid 19: “Rakyat Makmur Daerah Makmur”

  • Whatsapp

Penulis: Tres. Aktivis di GTZ German, alumni HMI Jogja

Abangijo.com–Mc Kinsey&Co dalam studinya (2019) menjelaskan. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan cara: Memaksimalkan pajak bangunan, memaksimalkan pajak penghasilan, menaikan retribusi, meningkatkan transaksi dari jasa atau penggunaan asset pemerintah daerah serta memunculkan jenis pajak atau retribusi baru.

Semua cara-cara tersebut bisa dikatakan cara terpopuler didalam meningkatkan pendapatan daerah namun belum tentu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Apalagi dengan kondisi krisis yang diakibatkan oleh pendemi COVID 19 ini. Pemungutan pajak atau retribusi terhadap masyarakat akan menambah beban berat secara ekonomi bagi masyarakat. Lantas bagaimana cara meningkatkan pendapatan daerah tanpa mendapatkan penolakan serta membebani masyarakat.

Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan strategi didalam meningkatkan pendapatan daerah.

Pertama. Memperhatikan kondisi masyarakat, sehingga usulan yang nanti ditawarkan diterima dengan baik bahkan didukung oleh masyarakat.

Kedua. Dampak ekonomi yang dihasilkan oleh usulan tersebut. Diharapkan strategi yang terpilih berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tidak berdampak sebaliknya.

Ketiga. Mudah diterapkan oleh pemerintah daerah, maupun oleh masyarakat. Pemerintah daerah memiliki sumberdaya dan kapasitas untuk menerapkan stategi tersebut.

 Dari tiga hal tersebut, stratergi yang bisa diterapkan adalah:

•             Mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap usaha masyarakat di daerah tersebut (Kab/kota). Misalnya: pembebasan biaya pengurusan perijinan untuk usaha kecil dan menengah, dan kebijakan stimus ekonomi untuk usaha masyarakat.

•             Menyediakan infrastuktur yang mendukung usaha perekonomian bagi masyarakat: Penyediaan Apps/kanal untuk pemasaran produk masyarakat secara digital/online, memperlancar konektifitas (termasuk didalamnya jaringan internet) dari tempat produksi ke pasar domestic.

•             Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan SDM dalam berproduksi serta memasarkan produk yang dihasilkannya. Kegiatan ini juga bisa dilakukan bersama dengan pihak swasta yang bergerak di sektor produksi, atau bekerjasama dengan universitas untuk meyediakan kelas vocation/kejuruan yang akan mendukung sector usaha di wilayah. Semisal: Kelas manajemen dan keterampilan di sector Pariwisata yang berkelanjutan (Eco tourism)

•             Memfasilitasi akses pasar domestic dan ekspor bagi produk-produk daerah. Kerjasama dengan para pelaku exportir yang sudah berpengalaman baik yang berasal dari tersebut maupun wilayah kabupaten/kota disekitarnya untuk melakukan transfer pengetahuan, pengalaman dan informasi pasar dalam proses ekspor produk.

•             Memfasilitasi akses pembiayaan dan menerapkan skema pembiayaan bagi para para pengusaha UMKM di daerah. Bekerjasama dengan Lembaga keuangan setempat melalui program CSR nya, pelaksanaan Public Private Partnership /KPBU, crowd fund untuk projek-projek usaha yang ada di wilayah tersebut. atau mengeluarkan obligasi daerah (Municipal Bond) yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan.

Strategi peningkatan pendapatan daerah di atas lebih mengedepankan terhadap melayani dan membangun masyarakat lebih dahulu, ketimbang mendahulukan memungut pendapatan dari masyarakat. Semakin besar dan berhasilnya perekonomian masyarakat akan secara otomatis meningkatkan penghasilan pendapatan bagi daerah.

Begitu masyarakat berhasil dan memiliki pendapatan yang bagus, baru pungut pajaknya dan selanjutnya pajak tersebut diberikan kembali kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitasnya dan meningkatkan daya konsumsinya. Alhasil pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat.

Hal di atas, selaras dengan pemikiran peraih nobel ekonomi Abhijit Banarjee (2019) dalam karyanya Good Economics for Hard Times, “memberikan hasil pajak kepada masyarakat miskin akan meningkatkan konsumsi, dan investsi akan merespon permintaan masyarakat tersebut, dari situlah pertumbuhan ekonomi akan bergerak positif”.

Pos terkait