Mas Nining..

  • Whatsapp

Oleh: Ki Jogowono

Cerita ketiga tentang pet kami adalah Nining. Kucing oranye yang sebagian orang menyebutnya sebagai kucing yang galak dan susah diatur. Ketika dipungut disekitar Kampus UII Yogyakarta oleh Dek Avi, kucing kecil ini sedang sakit parah. Mungkin dibuang oleh yang punya. Kemudian dipungut karena merasa kasihan.

baca juga: https://abangijo.com/choky/

Pagi itu Nining dibawa ke dokter hewan. Perutnya turun dan susah BAB. Pulang dari klinik perutnya sudah dililit perban untuk mencegah turun lagi. Untuk selanjutnya dipelihara sampai menjadi pet kesayangan kami. Kisahnya kami tuturkan seperti berikut.

Pertama, salah antara nama dan jenis kelamin. Nama Nining jelas mempunyai makna feminine. Ini juga berlaku untuk Nining kucing oranye kesayangan kami. Sejak dipungut dan diselamatkan oleh Dek Avi, kemudian diberi nama Nining. Belakangan ketahuan bahwa kucing ini ternyata berkelamin jantan. Tidak masalah…, kemudian setiap memanggilnya kami bubuhi Mas… didepannya, jadi agak lucu memang, namanya jadi Mas Nining.

Kedua, milih-milih makanan. Karena dididik sejak kecil dalam disiplin makan, Mas Nining tidak mudah memakan makanan yang bukan pabrikan. Jadi, meskipun banyak makanan di ruang keluarga atau pun ruang makan, Mas Nining tidak tertarik mencurinya.

baca juga: https://abangijo.com/molly/

Ketiga, pernah makan burung juara. Namanya juga kucing, meskipun tidak tertarik makanan di rumah, kadang-kadang dia menangkap burung di sekitar rumah. Ada burung Gereja, emprit dan lain-lain di pepohonan di sekitar rumah, yang kadang menjadi obyek serbuan mereka, bersama-sama dengan Molly, Ninis (yang baru diselamatkan dari kejahilan anak-anak) dan tentu Mas Nining ini. Suatu ketika Mas Nining makan burung tetangga yang sedang akan dimandikan.

Keempat, makan burung mahal di tempat itu, bukan di bawa lari. Ini yang aneh dari Nining. Tetangga yang hoby memelihara burung suatu saat memandikan burung peliharaan itu. Entah untuk urusan apa, meninggalkan burung yang di situ ada Nining, kemudian dia memakannya di tempat itu.

Pemilik burung tentu kaget, sedih, tapi sekaligus merasa aneh. Kami dikirimi video saat Nining memakan burung eks juara, yang tentu harganya jutaan. Bukannya membawa lari lalu dibantai, eeh dimakan di tempat…. Mas Nining makan burung korbannya di tempat itu. Si pemilik burung juara itu sendiri yang memvidiokannya.

Kelima, hari ini Mas Nining hilang. Dari perebutan wilayah kekuasaan di sekitar rumah kami, ketika ada perkelahian sesama kucing jantan biasanya kami tarik Mas Nining ke dalam rumah agar tidak terusir. Ini berlangusng sudah lebih dari tiga minggu.

Nahas beberapa hari yang lalu Nining yang masih kucing remaja dan tidak terlalu suka berkelahi ini terusir oleh si Bandhot. Dek Avi sudah tiga hari ini nangis memikirkan nasib si Nining, kucing oranye kesayangannya yang tidak pulang-pulang.

Keenam, kami belum sempat menanyakan tetangga kiri kanan kemana arah kaburnya si Nining. Mungkin…, ah sudahlah enam itu terlalu banyak.

Pos terkait