Marilah Mengenali Varian Covid 19 Delta India

  • Whatsapp

Penulis: Team abangijo.com

Abangijo.com-Varian Delta Covid-19 disebut menghasilkan gejala yang berbeda dari varian yang sebelumnya, termasuk varian Dilansir Mirror, Studi Gejala Covid ZOE baru-baru ini mengonfirmasi, gejala varian Delta yang dominan saat ini lebih mirip flu, yaitu:

– sakit kepala,

– sakit tenggorokan,

– pilek, dan

– demam.

Varian virus Covid-19 yang dikenal dengan Varian Delta, terbukti lebih menular dibanding varian asli. Sebab, varian ini telah menyebar di berbagai negara. Keberadaannya menjadi perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Varian yang pertama diidentifikasi di India ini bahkan disebut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai virus yang mendominasi secara global.

Dilansir dari Reuters, Inggris telah melaporkan peningkatan tajam terkait infeksi akibat varian Delta. Sementara pejabat kesehatan masyarakat Jerman memperkirakan varian tersebut akan mendominasi di negaranya, meskipun tingkat vaksinasi di negara tersebut terus meningkat.

Sementara itu, Rusia menyalahkan lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini di berbagai wilayah lebih karena keengganan warga melakukan vaksinasi. Moskow memang mencatatkan rekor infeksi baru. Sebagian besar diakibatkan varian Delta. Rekor itu memunculkan kekhawatiran akan datangnya gelombang ketiga di Rusia.

”Varian Delta sedang dalam perjalanan untuk menjadi varian dominan secara global karena peningkatan transmisibilitasnya,” ujar Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, Jumat (18/6).

Swaminathan juga menyesalkan kegagalan kandidat vaksin CureVac (5CV.DE) dalam uji coba untuk memenuhi standar kemanjuran WHO. Menurutnya, varian baru ini yang sangat mudah menular, sehingga membutuhkan vaksin baru yang efektif.

Perusahaan Jerman yang membuat CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkap jika vaksin Covid-19 buatan mereka hanya efektif 47 persen dalam uji coba tahap akhir. Padahal, perusahaan itu telah mendokumentasikan setidaknya 13 varian yang beredar dalam populasi penelitiannya.

Swaminathan mengatakan dunia telah mengharapkan lebih dari kandidat CureVac. Sebab, vaksin mRNA serupa dari Pfizer (PFE.N) dan BioNTech, serta Moderna (MRNA.O) mencatat tingkat kemanjuran 90 persen.(*)

Pos terkait