Latihan Tembak Menembak di Jalan Tol

  • Whatsapp

Oleh : Mbah Dharmo

Dalam sebuah gardu ronda tersebutlah dua orang sedang menjalankan tugas jaga. Masing- masing bernama Jabang dan Paijo. Jabang, anak muda yang dulunya pernah nakal tetapi sekarang sudah mertobat. Sementara kang  Paijo, sosok yang lelaki desa yang bijak dan nyepuhi.

Malam itu merekapun meronda sambil seperti biasa ngobrol ngalor-ngidul

“Kang bolehkah latihan tembak-menembak dijalan tol? ” kata Jabang membuka omongan malam itu.

“Tentuk tidak boleh dan tidak dibenarkan,” jawab Kang Paijo tegas.

“Lho tapikan lihat situasinya dulu kang Paijo?” Jabang mendebat.

“Maksudnya nunggu sepi gitu? Mana ada jalan tol pernah sepi? Nah, kalau nunggu nggak dilihat orang lain, bisa jadi masuk akal,” Paijo mulai berargumen serius.

“Lho mosok nggak terlihat orang. Tapi kan ada kamerane tho Kang?” lanjut Jabang.

“Memang kamera itu nggak bisa mati opo? Kamera kan butuh listrik. Nah kalau listriknya pas mati. Piye jal? Dan meski alat canggih sekalipun, kan ada yang menjalankan alias operatornya tho? Yaa tapi ini belum menjawab pertanyaanmu, apa boleh latihan tembak- tembakan di jalan tol. Eh tapi kalau sampeyan lihat di game-game anak kita yang tembak tembakan itu bisa terjadi dimana saja tempatnya, di hutan, di kota, di rumah sakit, di penjara bahkan tempat ibadah loh… hehe tapi itu cuma game,“ tutur Paijo.

“Woo… kamu mesti sering ngintip anakmu main game ya Kang paijo?” sergah Jabang.

“Saya sekedar ingin tahu saja, apa sih yang dilakukan anak sekarang? Tapikan  sebenarnya ya ada tho, game-game yang nggak tembak-tembakan gitu? Misalnya game balapan mobil, game beternak ayam bertelur, game kerja kantor, atau game zombie zombian… hiii lebih serem tapi asik. Bahkan menurut saya kalau cuma pingin mendapat poin atau bintang atau dapat nilai di mata gamer yang lain, nggak usahlah game-game yang membunuh atau tembak-tembakan gitu. Menurut saya kurang mendididik dan tidak memupuk rasa humanis… Eh alih alih malah jadi manusia egois kelak.. ee tapi ndak tau ya kalau cita cita memang jadi pembunuh eh penembak jitu.”jawab Paijo agak panjang.

Percakapan dua orang di gardu ronda itu tiba-tiba hening sejenak. Mereka berdua sempat melirik bersamaan. Breaking news di tv yang terpasang di pos ronda, kebetulan sedang menyiarkan berita mirip seperti yang dibicarakan tapi beda.

Terus kang Paijo melanjutkan obrolan dan mengajukan pertanyaan balik. “Sebenarnya latihan tembak-menembak di jalan tol yang kamu maksud itu, mau nembak apa tho? Wong kalau ngomong masalah kematian, jalan tol itu juga sering ada orang mati di sana. Entah kecelakaan kerja waktu membuatnya, atau juga kecelakaan lalu lintas, yang sering juga kita dengar apalagi kalau pas mudik. Hemm… endak loh memangnya kamu di jalan tol mau latihan nembak apa Baaang Jabang?”

“Nembak nyamuk kang! haha…,” jawab Jabang sambil ngakak.

“Ah kamu itu guyonan apa beneran?” jawab kang Paijo.

“Guyon kang Guyooon!” jawab Jabang ringan.

“Njuk lucunya dimana?” tanya kang Paijo.

“Di penembakan nyamuk!” jawab Jabang sekenanya.

“Ngawur kamu. Meskipun cuma nyamuk, aslinya kita tidak boleh mendzalimi mereka, apalagi membunuh tanpa alasan!” jawab kang Paijo agak serius.

“Alaah kang cuma nyamuk saja. Masak mau ada pengadilan Hak Asasi Nyamuk?”Jawab Jabang ngeles.

Kang Paijo mulai agak serius. “Kamu kan sekarang sudah bisa ngaji tho mas Jabang? Coba perhatikan firman Allah dalam Surat Al baqarah ayat 26 yang artinya begini:

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Tetapi mereka yang kafir berkata, ”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang dibiarkan Allah tersesat, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqarah: 26)-

Subhanallah. Nyamuk saja begitu dimuliakan karena itu ciptaan Allah juga. Bagaimana dengan manusia? Masak akan kamu bunuh kayak nyamuk Bang Jabang!”

Jabang hanya terdiam dismackdown dengan dalil oleh kang Paijo.

*) pengamat  sosial politik kelas gardu ronda.

Pos terkait