Kolaborasi Mengisi Almari Trophy…

  • Whatsapp

Penulis : Sapto Widodo

abangijo.com Totenham Spurs mempunyai sponsor baru. Sebagai “anggota” The Big Six EPL, Spurs tentulah salah satu klub yang punya basis fans yg besar baik lokal maupun internasional. Sehingga pasti banyak produsen yang ingin produknya terasosiasi secara positif pada Spurs.

Namun, sponsor kali ini ternyata punya selera humor cukup tinggi. Akun media sosial produsen cat terkenal yang jadi sponsor baru spurs ini justru “meledek” almari tropy Spurs. Almari trophy Spurs yang kosong diposting gambarnya dengan tulisan “For Sale. Unused Trophy Cabinet “. Dijual. Almari Trophy Yang Tidak Pernah Dipakai.

Yup, koleksi trophy Spurs sudah cukup lama tidak bertambah. 2008 adalah tahun terakhir The Lilywhite mengangkat trophy. Itu 13 tahun lalu, pun Piala Liga turnamen yang dulu dianggap minor. Beberapa klub Inggris sering menggunakan turnamen ini untuk memberi menit bermain bagi pemain cadangan bahkan dari akademi.

Uang memang penting dalam dunia olah raga profesional. Keberadaan gaji dan hadiah yang besar mampu mengundang bakat-bakat hebat untuk terus mengembangkan diri agar bisa bergabung dalam liga profesional. Namun, sebagai atlet sejati, trophy tetaplah utama. Raihan sebuah trophy tidak bisa diganti dengan uang. Hadiah dan gaji bisa saja habis, namun catatan sebagai pemenang pengangkat trophy tak akan bisa dihapus. Memenangkan turnament atau kompetisi dan mengangkat piala adalah bukti nyata prestasi. Bisa jadi cerita nyata dan kenangan bahkan legenda.

Trophy jelas menjadi tanda prestasi. Simbol pengakuan sebagai pemenang. Tapi trophy tidak bisa datang sendiri. Trophy butuh perjuangan untuk bisa mengangkatnya saat pertandingan final berakhir. Dan perjuangan untuk sampai kesana tidak bisa sendirian. Butuh Kolaborasi.

Prestasi klub olah raga tidak bisa diraih oleh klub itu sendirian. Apalagi hanya pemain sendiri. Butuh kolaborasi dan integrasi. Kolaborasi dari pemandu bakat untuk memantau dan merekrut calon pemain atau atlet. Sarana dan prasarana latihan yang representatif. Ahli serta ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia olah raga. Juga pasti butuh pelatih yang punya kapasitas dan kapabelitas.

Sarana pertandingan yang terstandar dengan baik harus ada dan tersedia, sehingga olah raga bisa menjadi hiburan dan magnet masyarakat untuk datang menonton. Maka, olah raga berdampak pada geliat ekonomi, sehingga dunia usaha bisa turut berkolaborasi. Tidak sekedar menyumbang tapi bisa simbiosis mutualis.

Jakarta Internasional Stadium ( JIS )

Pembangunan JIS yang hampir selesai ini bisa jadi contoh nyata kolaborasi pemerintah Provinsi DKI dengan stake holder lain di dunia olah raga . Pemprov DKI dalam kolaborasi ini berperan menyediakan sarana dan prasarana. Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar ( PPOP ) Ragunan sebagai sarana rekruitmen calon atlet dan pengembangan bakat-bakat yang ada untuk disiapkan menuju klub-klub profesional.

JIS menjadi sarana pertandingan yang lebih dari sekedar layak sehingga bisa menjadi panggung hiburan layak tonton. Sehingga dunia olah raga, khususnya sepak bola jika terkait JIS, bisa dipresentasikan dengan bagus dan memberi efek positif bagi geliat ekonomi bagi masyarakat dan dunia usaha.

Maka, setelah pemerintah Provinsi DKI bergerak di ranahnya, klub dan pemain berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan dan kejuaraan. Untuk bisa di final mengangkat trophy.

Sekali lagi kolaborasi untuk mengisi almari trophy. Sehingga almarinya tidak perlu dijual karena nggak ada isinya.

Dan selamat, PERSIJA Juara Piala Menpora 2021. Pemain, Pelatih dan Pengelola Persija telah menunaikan satu kewajibannya dalam kolaborasi ini. Dan almari trophy di JIS, yang insya Allah selesai pada Oktober 2021 besuk sebagai kandang Persija, sudah siap isinya.
Bravo…

Pos terkait