Ketua Komnas HAM Taufan Damanik Diserang HOAX, Foto Seseorang Bersama Tommy Suharto Bukan Dirinya!

  • Whatsapp

oleh : Supoyo Rahardjo

Di tengah suasana memperingati Hari HAM Sedunia, 9 Desember kemarin, Komnas HAM mendapat kado serangan. Akun facebook Aira Sema (fb.com/aira.sema.52), sebagaimana diberitakan dalam laman https://turnbackhoax.id/ mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi,“Komnas HAM = SAMPAH NEGARA”. Dari hasil penelusurannya, turnbackhoax.id mengkategorikan unggahan tersebut sebagai konten yang menyesatkan.

Bacaan Lainnya

tangkapan layar dari laman turnbackhoax.id

Komnas HAM Republik Indonesia sendiri telah memberikan keterangan klarifikasi. Laman resmi www.komnasham.go.id mengunggah keterangan pers Nomor: 052/Humas/KH/XII/2020 yang mengklarifikasi berita hoax “Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik Boneka Cendana.” Juga melalui akun twitternya, @KomnasHAM.

Isinya sama, memberikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Berita dan foto tersebut TIDAK BENAR

2. Pria yang diberi lingkaran merah dalam foto tersebut bukan Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik

3. Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik tidak pernah bertemu atau berfoto bersama dg anggota keluarga cendana dalam kesempatan apa pun. Maka, Komnas HAM RI menghimbau agar masyarakat utk tdk terpengaruh dan/atau ikut menyebarluaskan berita bohong dan menyesatkan tsb.

Komnas HAM RI akan selalu bekerja berdasarkan mandat Undang-Undang, dalam hal ini UU No. 39 Tahun 1999 ttg Hak Asasi Manusia dan bekerja tidak dalam kaitan dengan kelompok politik manapun, tapi semata-mata untuk tegaknya hukum yang berlandaskan prinsip hak asasi manusia.

Sementara Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk menindaklanjuti ulah penyebar hoaks.

“Saya sedang mempelajari apakah akan menempuh jalur hukum atau tidak,” kata Taufan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/12/2020) malam.

Serangan tersebut diterima Komnas HAM di tengah upaya penyelidikan timnya terhadap penembakan aparat kepolisian yang menewaskan 6 anggota FPI pada 7 Desember 2020 dini hari kemarin.

Pos terkait