Jalur Sepeda Untuk Warga DKI Menuju Green City, Kok Dihancurkan!

  • Whatsapp

Penulis: Team abangijo.com

Abangijo.com  Gara-gara lontaran seorang anggoata Dewan Perwakilan Pusat(DPR), Ahmad Sahroni, dari Nasdem terkait Jalur Sepeda maka menjadi heboh agar jalur sepeda yang menelan anggaran sekitar 30 milyar akan dibongkar.

Sampai seorang Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, ikut mengamini rencana pembongkaran tersebut. Kapolri J mengaku sepakat jika jalur sepeda di Jakarta dibongkar. Namun, Polri disebutnya masih melakukan kajian agar menemukan formula yang tepat dalam menyikapi usulan tersebut.

Walaupun usul Ahmad Sahroni disetujui oleh Kapolri bukan berarti dalam merancang jalur tersebut, Anies Baswedan berlaku sewenang-wenang. Artinya jalur tersebut dibangun berdasarkan kajian yang mendalam dan komprehensif.

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, angkat bicara soal polemik jalur sepeda yang berada di sepanjang Jalur Sudirman – MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Sebab, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai NasDem Ahmad Sahroni menginginkan agar pembatas jalur sepeda itu dibongkar saja.

“Terkait yang diinginkan sahabat saya Sahroni nanti akan pelajari. Semua itu beton pemisah semata-mata untuk memastikan keselamatan teman kita, saudara kita pengguna sepeda, maksudnya sangat baik,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Kamis, 17 Juni 2021.

Namun demikian, lanjut dia, bahwa rencana Pemrov DKI menerapkan jalur sepeda di sepanjang jalan tersebut telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan juga para pakar.

“Kebijakan yang diambil oleh gubernur semua telah berkontesi para ahli para pakar Dirlantas, bukan diputuskan sepihak oleh kami, tapi diputuskan bersama untuk kebaikan bersama seluruh pihak,” katanya.

Dengan demikian, Ariza sapaan akrabnya menambahkan, bahwa jalur sepeda dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat pengguna jalan, sepeda, motor, mobil, transportasi bus, dan lainnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

“Jalur sepeda dibuat permanen dalam rangka memberikan kesempatan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi alat olahraga dan alat rekreasi,” ujarnya.

Anggota DPRD DKI Setuju Kok Anggota Dewan Pusat Malah Menolak, Siapa Yang Berhak?

Anggota DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi mengapresiasi upaya Pemprov DKI untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam berolahraga. Namun, Dedi menilai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan pada jalur sepeda di JLNT Casablanca.

Salah satunya adalah faktor keamanan dengan memperhatikan kekuatan angin di lokasi tersebut. Selain itu, menurut Dedi, pembagian lajur dan pemasangan rambu terkait batas kecepatan pengguna road bike juga perlu dilakukan.

“Kecenderungan pengguna sepeda balap adalah dengan kecepatan tinggi, sedangkan lebar JLNT sebenarnya tidak terlalu memadai. Maka, perlu ada pengaturan dan pengingat kecepatan juga,” ujar politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Tanggapan yang sama  dari Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menanggapi usulan pembongkaran jalur sepeda Sudirman-Thamrin. Dia meminta agar hal yang harus diperhatikan yakni alasan mendasar hadirnya jalur sepeda tersebut.

Menurut dia, hadirnya jalur sepeda Sudirman-Thamrin mesti dilihat dalam konteks yang lebih luas. Sebagai bagian dari rencana besar Jakarta mendorong penggunaan alat transportasi ramah lingkungan.

Menurut dia, hal itulah yang menjadi dasar lahirnya jalur sepeda Sudirman-Thamrin. “Filosofinya ke depan ini kan kita akan menciptakan transportasi yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah hadirnya sepeda sebagai alat transportasi,” ujar dia.

Pos terkait