Ibu Kota, Jakarta Tetap Lebih Baik

  • Whatsapp

Penulis: Team abangijo.com

Abangijo.com— Akademisi senior Emil Salim menyoroti rencana pemerintah yang hendak memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Menurut dia, ada sejumlah tantangan besar dalam proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tersebut.

Mantan Menteri Perhubungan periode 1973-1978 ini memandang kondisi topografis Kalimantan yang berbeda dengan Pulau Jawa dan Sumatera. Dalam hal ini, Jawa dan Sumatera terbentuk berkat benturan lempeng Australia dan Eurasia, sementara Kalimantan tidak.

Menurut dia, proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan membutuhkan perhitungan yang lebih cermat karena berdiri di tanah basah. Oleh karenanya, ia buka kemungkinan jika ongkos yang telah dikaji saat ini mungkin berbeda dengan praktik di lapangan.

“Kau gali lobang di Kalimantan, air yang keluar. Maka bayangkan bagaimana membangun kereta api di Kalimantan jikalau lahannya basah. Makanya negara-negara yang punya lahan basah mengembangkan pola angkutan dengan baling-balingnya di atas atap,” paparnya.

Emil lantas membandingkan proses pemindahan ibu kota yang terjadi di beberapa negara seperti Australia, Malaysia hingga Korea Selatan. Dia menilai itu bisa dilakukan lantaran mereka merupakan negara kontinental yang daratannya tidak terpisah-pisah oleh lautan.

Joko Widodo Tetap Fokus Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek Puncak-Cianjur (Punjur). Dalam rencana tata ruang 2020-2039, Jakarta masih difungsikan sebagai Ibu Kota Republik Indonesia.

Perpres ini bernama Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur.

“Pusat kegiatan di Kawasan Perkotaan Inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ditetapkan sebagai pusat kegiatan-kegiatan utama dan pendorong pengembangan Kawasan Perkotaan di Sekitarnya,” demikian bunyi Pasal 21 ayat 1 Perpres 60/2020 yang dikutip detikcom, Rabu (6/5/2020).

Lalu apa peran pusat kegiatan di DKI Jakarta? Yaitu meliputi:

1. pusat pemerintahan dan kawasan diplomatik;

2. pusat perdagangan dan jasa skala internasional, nasional, dan regional;

3. pusat pelayanan pendidikan tinggi;

4. pusat pelayanan olahraga skala internasional, nasional, dan regional;

5. pusat pelayanan kesehatan skala internasional, nasional, dan regional;

6. pusat kegiatan industri kreatif;

7. pusat pelayanan transportasi laut internasional dan nasional;

8. pusat pelayanan transportasi udara internasional dan nasional;

9. pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang dan angkutan barang regional;

10. pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara;

11. pusat kegiatan pariwisata; dan pusat kegiatan pertemuan, pameran, serta sosial dan budaya.

Pos terkait