Covid 19, Hari Ini Indonesia Tertinggi di ASEAN!

  • Whatsapp

Peliput: Team abangijo.com

Abangijo.com Indonesia kembali menduduki posisi pertama dalam daftar negara dengan kasus baru Covid-19 di antara negara-negara ASEAN. Dari data per Senin (7/6/2021) pukul 24.00 WIB, Indonesia memiliki 6.993 kasus baru.

Dengan begitu, sebanyak 31,49% kasus baru di wilayah Asia Tenggara terjadi di Indonesia. Tercatat hingga kemarin, sebanyak 22.205 kasus baru Covid-19 terjadi di ASEAN.

Di bawah Indonesia, terdapat Filipina dengan jumlah kasus baru Covid-19 sebanyak 6.539, Malaysia dengan 5.271 kasus, dan Thailand dengan 2.419 kasus.

Indonesia juga menduduki posisi pertama dalam kategori lainnya. Untuk kategori kasus aktif, Indonesia mencatat 99.663 kasus. Tepat di bawahnya adalah Malaysia dengan 84.269 serta Filipina dengan 58.854 dan Thailand dengan 49.101 kasus aktif.

Kemudian untuk kategori kasus kematian baru akibat Covid-19, Indonesia mencatatkan sebanyak 191 kasus. Artinya, dari sebanyak 382 kasus kematian baru di wilayah ASEAN, 50% terjadi di Indonesia.

Di posisi selanjutnya terdapat Malaysia dengan 82 kasus kematian baru, Filipina dengan 71 kasus, dan Thailand dengan 33 kasus.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Windhu Purnomo menyoroti kondisi Covid-19 Indonesia terkini sebagai hasil akumulasi dari kasus-kasus positif corona yang ‘tertimbun’ sejak 2020 lalu. Windhu menilai terkuaknya kasus covid-19 di klaster mikro menunjukkan covid-19 RI tak ayalnya menjadi ‘bara dalam sekam’ soal pandemi global yang terjadi di Indonesia.

Bara Dalam Sekam

“Jadi pandemi di Indonesia saat ini sudah seperti bara dalam sekam, bukan seperti arti peribahasanya ya. Namun ‘bara dalam sekam’ yang menunjukkan kasus di dalam terbakar, dan ternyata sudah menyebar dan siap-siap muncul, meledak, kapan saja,” kata Windhu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (8/6).

Windhu lantas menekankan bahwa kasus-kasus covid-19 yang belum terkuak akan mulai menyeruak apabila strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T) pemerintah benar-benar ditingkatkan secara maksimal. Apabila sebaliknya, maka ia yakin pandemi covid-19 di Indonesia semakin panjang dan tak jelas arah pengendaliannya.

Windhu juga mengkritisi klaim pemerintah yang sempat menyebutkan bahwa kenaikan kasus covid-19 pasca lebaran tahun ini tidak lebih besar dari tahun kemarin. Ia mengatakan temuan kasus covid-19 akan selaras dengan hasil pemeriksaan warga.

Bila dihitung dalam sepekan terakhir, jumlah pemeriksaan covid-19 terhadap warga justru malah menurun. Pada periode 1-7 Juni, jumlah warga yang diperiksa sebesar 382.412 orang. Sementara sepekan sebelumnya jumlah yang diperiksa 431.114 orang. Artinya, ada penurunan jumlah pemeriksaan Covid-19 sebanyak 48.702 orang.

“Kita lihat dulu jumlah pemeriksaannya, wong kita masih sedikit. Sehingga kasus yang dilaporkan itu bisa jadi, kemungkinan besar, di bawah permukaan itu sudah banyak sekali,” kata dia.

Apalagi ditambah dengan varian mutasi virus SARS-CoV-2 yang saat ini juga mulai bermunculan di Indonesia, maka Windhu mewanti-wanti bahwa kasus Covid-19 bisa lebih besar lagi terjadi dibanding tahun lalu. Pasalnya, beberapa varian yang tergolong ‘Variant of Concern (VoC)’ memiliki kemampuan penularan masif hingga kebal dari vaksin Covid-19 yang sudah diberikan.

Pos terkait