Choky..

  • Whatsapp

Oleh: Ki Jogowono

Cerita tentang pet kami yang unik lainnya adalah mengenai si Choky. Pada awalnya, Choky ini, yang tentu saja belum punya nama pada saat itu, atau entahlah namanya siapa sebenarnya. Dia sering ke rumah kami di Yogyakarta, sekitar daerah Banguntapan.

baca juga: https://abangijo.com/molly/

Menariknya Choky muda ini sering ke rumah kapan saja mbak Tifa pulang dari kampus. Ketika itu dia mengambil program Magister di UII Yogyakarta. Bahkan sering menginap.

Sudah ditanya ke tetangga kiri kanan, tidak ada yang merasa memiliki kucing ini. Dari pertama main saja, kedua menginap, ketiga tidak ada yang memiliki sampai akhirnya si Choky ini kabur dari rumah akan kuringkas ceritanya seperti berikut.

Pertama, tentang kelakuan Choky. Sejak ikut kami ternyata lama kelamaan dapat diketahui kelakuan jelek si Choky. Mungkin karena jantan, maka dia cenderung menandai semua benda yang ditemui di rumah. Sejak dari ruang tamu hingga dapur dan ruang makan, tidak luput dari ‘tanda’ yang diberikan Choky.

Kedua, suka kabur. Ketika kemudian Choky resmi menghuni rumah kami, bersama dengan Molly (cerita yang dulu nggih), dia ternyata suka kabur dan hanya pulang di pagi hari untuk makan dan tidur sampai sore.

Ketiga, suka berantem. Jadi tahu saya, bahwa kucing mempunyai ‘wilayah kekuasaan’ tertentu. Dan hanya pejantan tangguh yang bisa memiliki wilayah kekuasaan itu untuk waktu tertentu. Dalam urusan ini, meskipun Choky berbadan besar, sering kali kalah dengan kucing kampung penguasa sah di sekitar rumah kami. Oh ya, kalau tidak salah Choky ini jenis Bulgarian…

Keempat, jika berantem sering kalah. Pada perkara wilayah kekuasaan inilah pada akhirnya Choky benar-benar sulit pulang ke rumah. Terutama pada musim kawin. Si bandhot, kucing kampung penguasa wilayah sekitar rumah kami, hampir selalu menjadi pemenang dalam perkelahian memperebutkan wilayah ini. Akhirnya Choky terusir dari rumah.

Kelima, pernah menjadi pemenang. Pada suatu pagi Choky pulang dengan luka di leher sebelah kiri menganga. Luka-luka seperti itu biasa bagi kucing jantan. Tapi tidak luka pada saat ini, ketika dia pulang.

Rupanya tadi malam dia betul-betul secara gagah berani mempertahankan wilayah kekuasaan di sekitar rumah kami. Namun, pada malam harinya kudengar ribut-ribut antara Choky si pemenang dengan bandhot kucing kampung pemilik wilayah kekuasaan sejati ini, dan Choky terusir, mungkin selamanya.

Keenam, Choky benar-benar tidak pulang. Tetangga warung sebelah pernah sesekali melihat… ah sudahlah, enam itu terlalu banyak…

Pos terkait