Anies Baswedan Dan Universitas Gadjah Mada Menjalin Kolaborasi

  • Whatsapp

Team Penulis: abangijo.com

abangijo.com. Pemprov DKI Jakarta, Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, dan UGM melakukan kerja sama perencanaan, penataan, dan revitalisasi ruang terbuka hijau di Kemayoran. Kerja sama juga mencangkup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan implementasi MBKM.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengaku bangga menjadi mitra kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran. Ia berharap, MoU yang telah disepakati bersama bisa segera direalisasikan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Hari ini UGM bersama dengan Pemprov DKI Jakarta dan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) sepakat melakukan penandatangan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dalam penataan Hutan Kota Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Anies Baswedan dan Rektor UGM Panut Mulyono, di Ruang rektorat UGM.

“Ini merupakan kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Anies.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono mengatakan, UGM memiliki sumber daya berupa tenaga ahli, tenaga teknis dan mahasiswa untuk implementasi penataan kawasan Kemayoran. Mereka akan dilibatkan mulai dari pengumpulan data, perencanaan konsep dan berbagai tahapan lain.

Para ahli dari UGM juga akan diperbantukan kepada Pemprov DKI Jakarta dan Pengelola Kemayoran. UGM berharap agar kerjasama tersebut segera diimplementasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, Medi Kristianto menuturkan, pusat pengelolaan komplek Kemayoran merupakan bagian pelayanan publik Jakarta. Saat ini, mereka mengelola 454 hektar dengan kawasan terbuka seluas lima hektar.

Kemudian, hutan dengan vegetasi yang beragam dan 40 hektar berupa lapangan golf yang jadi daerah resapan air dan ruang terbuka hijau. Lalu, 17 hektar berupa danau untuk pengendalian banjir di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Ia berharap, kerja sama ini tidak berhenti di penandatanganan naskah kesepahaman saja, namun ada aksi yang bisa segera direalisasikan di lapangan. Medi mengucapkan terima kasih pada UGM yang akan mendampingi perencanaan dan penataan Komplek Kemayoran.

“Lalu, terima kasih untuk Pak Gubernur DKI Jakarta yang mendukung pengelolaan kawasan Kemayoran untuk sarana interaksi dan rekreasi masyarakat menjadi lingkungan inklusif,” ujar Medi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menilai, perkotaan jadi kontributor pemanasan global dan perubahan iklim. Penambahan ruang terbuka hijau perkotaan bisa menjadi terobosan mengurai persoalan pemanasan global dan perubahan iklim.

DKI bertugas menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 dan saat ini sudah mencapai 26 persen. Ia meyakini, dalam tiga tahun bisa mencapai 30 persen. Ia berharap, kerja sama ini bisa menjadikan Komplek Kemayoran ruang ketiga.

“Berkontribusi terhadap lingkungan hidup dan sosial masyarakat, serta pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca 2030 dan net zero emissions 2050,” kata Anies.

Anies juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kesedian UGM bekerja sama penataan Komplek Kemayoran. Menurut Anies, kampus memiliki kekuatan konseptual framework yang kuat yang bisa menjadi pedoman pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

“Harapannya, ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru yang terbangun akan berkelanjutan ke depannya,” ujar Anies.

Pos terkait