Anggaran Pertahanan Lewat Utang Rp. 1760 Triliyun Ironis Prabowo Subianto

  • Whatsapp

Penulis: Team abangijo.com

Abangijo.com. Anggaran jumbo Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) senilai Rp 1.760 Triliun dinilai sejumlah pihak tidak rasional. Apalagi, uangnya berasal dari pinjaman luar negeri. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menegaskan pembiayaan yang dibutuhkan masih proses pembahasan. Nilainya dipastikan tidak akan membebani APBN.

Perihal APBN ini disorot oleh analisis militer Connie Rahakundini Bakrie. Menurutnya, utang tetaplah utang. Artinya ada beban yang harus ditanggung negara. Hal lain yang menjadi perhatian adalah soal anggaran Rp 1.760 Triliun yang belum pernah dibicarakan dengan Komisi I DPR. Connie menyebut kemungkinan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto beralasan bahwa ini adalah Raperpres. Bukan RUU

“Alasan lainnya Menhan lewat Dirjen Strathan (Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan) yakin betul tidak akan membebankan APBN. Mungkin Pak Menhan yang mau bayar secara pribadi pinjaman utang luar negeri Rp 1.760 Triliun nanti selama 25 tahun ke depan,” kata Connie kepada FIN melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Rabu (2/6).

Kritik Dari Tokoh NU

Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Hasibuan memberikan kritik keras atas rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ingin membeli alat pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dengan menggunakan pinjaman luar negeri.

Umar sapaan akrabnya mengingatkan Prabowo yang dulu getol memberikan kritik atas kebijakan anggaran Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebeiasaan pemerintah berutang.

Dulu saat lawan Jokowi teriak dan hina anggaran masa Jokowi bocor. Sekarang, padahal berkuasanya cuma menteri belum jadi presiden kelakuannya sudah seperti ini,” kata Umar dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (2/6/2021).

Gus Umar pun menegaskan tak akan memilih  Prabowo jika maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Tak hanya Prabowo, Gus Umar juga membalas pernyataan Jubirnya Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebut bahwa pinjaman itu nantinya tidak akan membebani APBN.

“Jubir Bowo : Pembelian alutsista tak membebani negara krn pinjaman luar negeri. Emang kalau minjem ktk bayar pakai duit pribadi Bowo? Nggak kan? Pakai duit dari bayar pajak rakyat juga kan? Jubir paling konyol sejagad,” sebutnya.

Sebelumnya, Dahnil menjelaskan pembelian tersebut tidak akan mengurangi alokasi belanja lainnya dalam APBN yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Alasannya, pinjaman dari sejumlah beberapa negara itu memiliki tenor jangka panjang dan bunga kecil.

Pos terkait